Selasa, 26 Januari 2010

Minyak Zaitun

Kita sering mendengar tentang buah zaitun dan minyak zaitun dalam berbagai khikayat dari timur tengah, dan sebagai buah tangan yang banyak di ambil manfaatnya baik sebagai bahan makanan maupun komponen obat dan perawatan tubuh. Dalam aL-quraan, penulis menemukan setidaknya 6 ayat yang menyebutkan tentang buah zaitun ini yang di sediakan oleh allah swt.untuk di manfaatkan sebesarbesarnya bagi kehidupan manusia.
Bila di tuntut dari sejarah penggunaanya minyak zaitun telah di pakai sejak abad 17 yang lalu, dalam mereamu obat dan kosmetik. Wilayah mediterina mempunyai riwayat kebiasaan makan yang cukup unik dan berbeda dengan bangsa-bangsa tetangganya. Tercatat sejak abad ke-17, diet masyarakat ini berbasis tepung terigu, buah zaitun dan anggur yang kemudian menjadi pangan pokok roti, minyak zaitun dan wine, kemudian berkembang pemakaiaan berbagai kacang-kacangan. Keempat komponen makanaan pokok ini yang di kenal sebagai meditrranean tertrad. Pemakaiaan minyak zaitun yang cukup kuat ini sehingga seoarang tokoh kala itu yaitu Georage Dhumael membuat selogan “ bila minyak zaitun lenyap makan bangsa mediterania pun akan mati ”. Satu pelajaraan yang dapat kita mabil adalah dengan pola makan seprti tersebut di atas ternyata kejadiaan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung lebih rendah di banding Negara tetangganya. Perkembangan selanjutnya ternyata sering dengan guncangan bidang politik dan juga ekonomi, maka eksitensi minyak zaitun juga menurun, tetapi wilayah lainya ternyata ikut mengembangkan, seperti Italia, prancis, sampai ke sepanyol yang samapai saat ini merupakaan produsen minyak zaitun terbesar di dunia yang mencakup hampie 48 % produksi.
Dalam kadar segar komposisi buah zaitun terdiri 67 %air, 23 % minyak, 5 % protein dan 1 % garam mineral. Jenis minyak yang terkandung adalah asam oleat yang merupakan asam lemak rantai ganda tunggal dan merupakan zat berkhasiat yang di unggulkan dalam buah ini. Selain itu, terdapat beberapa vitamin A, vitamin E dan senyawa polifenol.
Zat berkhasiat yang terkandung selain asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, adalah sejumlah senyawa antioksidan sebagai vitamin A, vitamin E dan senyawa lain yang di kenal sebagai polifenol. Semua zat tersebut berperan penting pada manfaat minyak zaitun dalam pencegahaan berbagai penyakit.
Manfaat buah zaitun ini ternyata terbukti ilmiah dengan menyatakan begitu luasnya manfaat minyak zaitun terhadap kesehataan. Dalam surat an-Nahal [16]:10-11 Allah berfirman : “ Dia lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kalian sebagian untuk minuman, dan sebagiaan lainya untuk menyuburkan tumbuhtumbuhan, yang pada tempat tumbuhnya kalian mengembalakan ternak kalian. Dia menumbuhkan bagi kaliandengan air ujan dan tanamtanaman zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buahbuahan. Sesungguhnya pada pada yang demikian itu benarbenar ada tanda (kekuasaan allah) bagi kaum yang memikirkan”. Minyak ini di pakai dalam aspek kehidupan sebagai bahan makanaan bangsa yunani. Pemkaaian yang umum adalah sebagai salad dressing.
Sedangkan pemakaiaan bahan non diet diantara lain campuran pembersih tubuh, perawatan kulit, rambut, dasar pembuatan parfum, industri pakaaian samapai bahan baker untuk penmerangan. Dibidang kesehatan walaupun belum jelas manfaatnya dahulu minyak ini dapat dipakai untuk ramuan pada berbagai penyakit dari penyakit ringan sampai berat. Hal yersebut mengingatkan kita paa suatu hadist riwayat Turmudzi dan ibnu majah : “ makanlah zaitun dan jadikanlah ia pelumas, karena sesungguhnya ia termasuk pohon yang di berkahi”. Berkembangnya ilmu pengetahuaan dan penemupenemu terkini terdapat beberapa bukti ilmiah antara lain asam oleat dari minyak zaitun dapat memperbaiki kerusakankomponen gen DNA sehingga memperlambat kerusakaan penemuaan sel. Komponen antioksidanya mencegah secara langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan ateroklerosis. Demikian juga asam oleat dapat memodofikasi secara berbagai komponen factor pembekuaan sehingga akan menurunkan penggumpalan darah yang beresiko menyumbat pembuluh darah.

sumber : percikan iman edisi 17 th 2009
diketik ulang oleh : Anggun Triani, mahasiswa SKep STIKes DHB